Slider[Style1]

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Style5

Guru dan Siswa Dalam Pembelajaran Kontekstual



KONSEP belajar aktif sudah dikembangkan oleh Confusius, 2400 tahun yang silam dengan mengemukakan teori sebagai berikut, selanjutnya Mel Silberman dalam bukunya ” Active Learning ”, 101 Strategi Pembelajaran Aktif, 2002 mengembangkan pernyataan Confusius Belajar Aktif sebagai berikut :Apa yang saya dengar saya lupa.Apa yang saya lihat saya ingat sedikitApa yang saya dengar, lihat dan diskusikan saya mulai mengertiApa yang saya lihat, dengar, diskusikan dan kerjakan saya dapat pengetahuan dan ketram-pilanApa yang saya ajarkan saya kuasai. Setiap siswa mempunyai gaya yang berbada dalam belajar. Perbedaan yang dimiliki siswa tersebut oleh Bobbi Deporter ( 1992 ) dinamakan sebagai unsur modalitas belajar. Dalam proses pembelajaran kontekstual, setiap guru harus memahami tipe belajar dalam dunia siswa, artinya guru perlu menyesuaikan gaya mengajar tehadap gaya belajar siswa.
Dalam proses pembelajaran konvensional, hal ini sering terlupakan sehingga proses pembelajaran tak ubahnya sebagai proses pemaksaan kehendak, yang menurut Paulo Freire sebagai sistem penindasan. Kearifan siswa tidak saja dalam menerima informasi tetapi juga dalam memproses informasi tersebut secara efektif, otak membantu melaksanakan refleksi baik secara eksternal maupun internal.
Belajar secara pasif tidak ” hidup ”, karena siswa mengalami proses tanpa rasa ingin tahu, tanpa pertanyaan dan tanpa daya tarik pada hasil, sedangkan secara aktif siswa dituntut mencari sesuatu sehingga dalam pembelajaran seluruh potensi siswa akan terlibat secara optimal.Terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan bagi setiap guru manakala menggunakan model pembelajaran kontekstual :
1.      Siswa dalam pembelajaran dipandang sebagai individu yang sedang berkembang. Kemampuan belajar seseorang akan dipengaruhi oleh tingkat perkembangan dan keluasan pengalaman yang dimilikinya. Anak bukanlah orang dewasa dalam bentuk kecil, melainkan organisme yang sementara berada pada tahap – tahap perkem-bangan. Kemampuan belajar akan sangat ditentukan oleh tikat per-kembangan dan pengalaman me-reka. Dengan demikian, peran guru bukanlah sebagai instruktur atau ” penguasa ” yang memaksa kehendak melainkan guru adalah pembimbing siswa agar mereka dapat belajar sesuai dengan tahap perkem-bangannya.
2.      Siswa memiliki kecenderungan untuk belajar hal baru dan penuh tantangan. Kegemaran anak adalah mencoba hal – hal yang dianggap aneh dan baru. Oleh karena itulah belajar bagi mereka adalah mencoba memecahkan setiap persoalan yang menantang. Dengan demikian, guru berperan dalam memilih bahan bahan belajar yang dianggap penting untuk dipelajari oleh siswa.
3.      Belajar bagi siswa adalah proses mencari keterkaitan atau keterhubungan antara hal – hal yang baru dengan hal – hal yang sudah di ketehui. Dengan demikian, peranan guru adalah membantu agar setiap siswa mampu menemukan keterkaitan antara pengalaman baru dengan pengalaman sebelumnya.
4.      Belajar bagi anak adalah proses penyempurnaan skema yang telah ada ( asimilasi ) atau proses pembentukan skema ratu atau ( akomodasi ), dengan demi-kian tugas guru adalah memfasilitasi ( mempermudah ) agar anak mampu melakukan proses asimilasi dan proses akomodasi. Pendekatan pembelajaran kontekstual atau CTL diharapkan lebih bermakna bagi siswa. Proses pembelajaran berlangsung alamiah dalam bentuk kegiatan siswa bekerja dan mengalaminya. Dalam konteks itu, siswa perlu mengerti apa makna belajar, apa manfaatnya, dalam status apa mereka, dan bagaimana mencapainya. Mereka sadar bahwa yang mereka pelajari berguna bagi kehidupannya nanti. Dalam kelas kontekstual, guru berusaha membantu siswa mencapai tujuan.

Maksudnya guru lebih bannyak berurusan dengan strategi daripada memberi informasi. Tugas guru adalah mengelola kelas sebagai sebuah tim yang bekerja bersama untuk menemukan pengetahuan dan ketrampilan yang baru bagi siswa. Pengetahuan dan ketrampilan diperoleh dengan menemukan sendiri bukan apa kata guru. Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk menemukan atau menerapkan sendiri ide – ide dan mengajak siswa agar dengan menyadari dan dengan sadar menggunakan strategi – strategi mereka sendiri untuk belajar. Guru dapat memberi siswa tangga yang dapat membantu siswa mencapai tingkat pemahaman yang lebih tinggi, namun harus diupayakan agar siswa sendiri yang memanjat tangga tersebut.


KONSEP belajar aktif sudah dikembangkan oleh Confusius, 2400 tahun yang silam dengan mengemukakan teori sebagai berikut, selanjutn...

RPP Berkarakter SMPLB


RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN ( RPP )

Sekolah                       :           SLB Ananda Mandiri
Mata Pelajaran          :           Ilmu Pengetahuan Alam ( IPA )
Satuan Pendidikan    :           SMPLB – C
Kelas/Semester           :           IV/1
Materi Pokok             :           Rangka dan Panca Indera Manusia
waktu                         :           4 x 45 menit  (3 X pertemuan)
Metode                       :           Ceramah dan praktek

A.    Standar Kompetensi       :
1. Memahami hubungan antara struktur organ tubuh manusia dengan fungsinya, serta pemeliharaannya

B.     Kompetensi Dasar
1.1  Mendeskripsikan hubungan antara struktur kerangka tubuh manusia dengan fungsinya

C.    Indikator
@ Menjelaskan rangka manusia
@ Menjelaskan fungsirangka manusia

D.    Tujuan Pembelajaran**:
o   Siswa dapat Mendeskripsikan rangka manusia seperti:
ü  rangka kepala
ü  rangka badan
ü  rangka anggota gerak
ü  sendi
            secara Tekun ( diligence ) , Tanggung jawab ( responsibility ) Dan Ketelitian
            ( carefulness)
o   Siswa dapat Mendeskripsikan fungsi rangka manusia :
o   Siswa dapat memahami hubungan antara struktur kerangka tubuh manusia dengan fungsinya
o   Menjelaskan hubungan antara struktur kerangka tubuh manusia dengan fungsinya.
& Karakter siswa yang diharapkan :
F Disiplin ( Discipline ),
F Rasa hormat dan perhatian ( respect ),
F Tekun ( diligence ) ,
F Tanggung jawab ( responsibility )
F  Ketelitian ( carefulness)
                                                   
E.     Materi Essensial
Rangka dan Panca Indera Manusia
o   Mengenal Rangka Manusia (hlm.2)
o   Bagian rangka (hlm.2)
o   Fungsi rangka (hlm.6)

Kerangka manusia

Kerangka manusia terdiri dari kedua menyatu dan individu tulang didukung dan dilengkapi oleh ligamen , tendon , otot dan tulang rawan . It serves as a scaffold which supports organs, anchors muscles, and protects organs such as the brain , lungs and heart . Ini berfungsi sebagai perancah yang mendukung organ-organ, jangkar otot, dan melindungi organ seperti otak , paru-paru dan jantung . The biggest bone in the body is the femur in the thigh, and the smallest is the stapes bone in the middle ear . Tulang terbesar dalam tubuh adalah tulang paha di paha, dan yang terkecil adalah stapes tulang di telinga tengah . In an adult, the skeleton comprises around 30-40% of the total body weight, [ 1 ] and half of this weight is water. Dalam orang dewasa, tulang terdiri dari sekitar 30-40% dari berat total tubuh, [1] dan setengah dari berat ini adalah air.

Fused bones include those of the pelvis and the cranium . tulang Fused termasuk orang-orang dari panggul dan tengkorak . Not all bones are interconnected directly: there are three bones in each middle ear called the ossicles that articulate only with each other. Tidak semua tulang saling berhubungan langsung: ada tiga tulang di setiap telinga tengah disebut ossicles yang mengartikulasikan hanya dengan satu sama lain. The hyoid bone , which is located in the neck and serves as the point of attachment for the tongue , does not articulate with any other bones in the body, being supported by muscles and ligaments. The tulang hyoid , yang terletak di leher dan berfungsi sebagai titik lampiran untuk lidah , tidak mengartikulasikan dengan tulang lainnya di dalam tubuh, yang didukung oleh otot dan ligamen.

F.     Media Belajar
o   Buku  SAINS SD Relevan Kelas IV

G.    Rincian Kegiatan Pembelajaran Siswa
Pertemuan 1
  1. Pendahuluan
Apersepsi  dan Motivasi :
o   Menyampaikan Indikator dan kompetensi yang diharapkan
(5 menit)
  1. Kegiatan Inti
& Eksplorasi
Dalam kegiatan eksplorasi, guru:
F Memahami peta konsep tentang rangka manusia
F Membacakan bagian-bagian rangka, serta membandingkan tulang bayi dan manusia dewasa
& Elaborasi
Dalam kegiatan elaborasi, guru:
F Mendeskripsikan rangka manusia:
-   rangka kepala
-   rangka badan
-   rangka anggota gerak
-   sendi
F Siswa menyebutkan rangka kepala
-   T.Ubun
-   T.Pelipis
-   T. Mata
-   T. Dahi
-   T.Hidung
-   T.Pipi
-   Rahang atas
-   Rahang bawah

F Siswa menyebutkan rangka badan
-   T.Tengkorak
-   Ruas-ruas Tulang leher
-   T.Selangka
-   T.Belikat
-   T.Dada
-   T.Rusuk

-   T.Lengan Atas
-   Ruas-ruas Tulang Punggung
-   TT.Panggul
-   T.Hasta
-   T.Pengumpil
-   T.Pergelangan Tangan
-   T.Telapak tangan
-   Ruas-ruas Jari Tangan
-   T.Paha

-   T.Tempurung lutut
-   T.Betis
-   T.Kering
-   T.Pergelangan kaki
-   T.Telapak kaki
-   Ruas-ruas jari
-   T.Kemaluan
& Konfirmasi
 Dalam kegiatan konfirmasi, guru:
F Guru bertanya jawab tentang hal-hal yang belum diketahui siswa
F Guru bersama siswa bertanya jawab meluruskan kesalahan pemahaman, memberikan penguatan  dan penyimpulan
  1.  Kegiatan Penutup
      Dalam kegiatan penutup, guru:
F Mengulang kembali rangka tubuh manusia dengan fungsinya

( 50 menit)
































(5 menit)
  1. Pekerjaan Rumah
o   Mengambar rangka badan manusia

Pertemuan 2
  1. Pendahuluan
Apersepsi  dan Motivasi :
o   Mengumpulkan pekerjaan rumah
o   Mengulang materi pertemuan sebelumnya

(5 menit)
  1. Kegiatan Inti
& Eksplorasi
Dalam kegiatan eksplorasi, guru:
F Menagih tugas pertemuan sebelumnya
F Mendeskripsikan Rangka anggota gerak
F Mendeskripsikan Sendi :
-   Sendi Engsel
-   Sendi Pelana
-   Sendi Peluru
-   Sendi Putar
-   Sendi Geser

& Elaborasi
Dalam kegiatan elaborasi, guru:
F Menunjukkan letak sendi yang terdapat pada bagian tubuh manusia secara Tekun ( diligence ) , Tanggung jawab ( responsibility ) Dan Ketelitian ( carefulness).
F Mendeskripsikan fungsi rangka, berdasarkan contoh gerak sehari-hari, atau mengamati temannya. Apa yang terjadi bila manusia tidak memiliki rangka.
F Melakukan kegiatan
F Membuat kesimpulan dari kegiatan.
& Konfirmasi
 Dalam kegiatan konfirmasi, guru:
F Guru bertanya jawab tentang hal-hal yang belum diketahui siswa
F Guru bersama siswa bertanya jawab meluruskan kesalahan pemahaman, memberikan penguatan  dan penyimpulan
  1.  Kegiatan Penutup
      Dalam kegiatan penutup, guru:
F Memberikan kesempatan kepada satu orang siswa untuk menyebutkan anggota tubuh yang terdapat sendi

(50 menit)























(5 menit)
  1. Pekerjaan Rumah
F Mengambar rangka badan manusia

Pertemuan 3
  1. Pendahuluan
Apersepsi  dan Motivasi :
o   Mengulang materi pertemuan sebelumnya, dan membacakan indikator

(5 menit)
  1. Kegiatan Inti
& Eksplorasi
Dalam kegiatan eksplorasi, guru:
F Mendeskripsikan penyakit yang menyerang tulang
F Mengetahui bersikap tubuh yang benar.
& Elaborasi
Dalam kegiatan elaborasi, guru:
F Melakukan kegiatan
F Mengetahui beberapa gangguan pada tulang belakang seperti:
-   Lordosis
-   Kifosis
-   Skoliosis
F Mengetahui cara menjaga kesehatan tulang yaitu dengan memakan makanan yang mengandung viitamin D, kalsium dan fosfor serta berolah raga secara teratur..
& Konfirmasi
 Dalam kegiatan konfirmasi, guru:
F Guru bertanya jawab tentang hal-hal yang belum diketahui siswa
F Guru bersama siswa bertanya jawab meluruskan kesalahan pemahaman, memberikan penguatan  dan penyimpulan
  1.  Kegiatan Penutup
      Dalam kegiatan penutup, guru:
F Memberikan kesempatan kepada satu orang siswa secara bergilir untuk mengungkapkan kembali tentang memelihara kesehatan rangka.

(50 menit)




















(5 menit)
  1. Pekerjaan Rumah
F Membuat daftar makanan yang mengandung vitamin D, kalsium dan fosfor


H.    Penilaian:
Indikator Pencapaian
Kompetensi
Teknik Penilaian
Bentuk Instrumen
Instrumen/ Soal
Menjelaskan rangka manusia dan fungsinya.
Tugas Individu
dan Kelompok
Laporan dan Unjuk kerja

Jelaskanlah rangka manusia dan fungsinya.



I.       Format Kriteria Penilaian   
  
&  Produk ( hasil diskusi )

No.
Aspek
Kriteria
Skor
1.
Konsep
* semua benar
* sebagian besar benar
* sebagian kecil benar
* semua salah
4
3
2
1

&  Performansi
No.
Aspek
Kriteria
Skor
1.



2.



3.
Pengetahuan



Praktek



Sikap
* Pengetahuan
* kadang-kadang Pengetahuan
* tidak Pengetahuan

* aktif  Praktek
* kadang-kadang aktif
* tidak aktif

* Sikap
* kadang-kadang Sikap
* tidak Sikap
4
2
1

4
2
1

4
2
1

&   LEMBAR PENILAIAN
No
Nama Siswa
Performan
Produk
Jumlah
Skor
Nilai
Pengetahuan
Praktek
Sikap
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.







   CATATAN :
@   Nilai = ( Jumlah skor : jumlah skor maksimal ) X 10.
@ Untuk siswa yang tidak memenuhi syarat penilaian KKM maka diadakan Remedial.

                                                                                       
     
Mengetahui,
Kepala SLB Ananda Mandiri



( BASUKI RAKHMAT, S.Pd )
     NIP: 196905122007011010

..... Oktober  2011
Guru Kelas



N U R     I M A M  )
             NIP: -

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN ( RPP ) Sekolah                       :           SLB Ananda Mandiri Mata Pelajaran          :    ...


Top